Surabaya - Taman Bungkul yang sempat diprotes sejumlah kiai dari Nahdatul Ulama (NU) karena disalahgunakan sebagai tempat maksiat oleh kalangan muda-mudi, kini terpilih sebagai tempat ritual sedekah bumi dan pagelaran budaya "okol" (panco).
Kepala Bidang Rekreasi dan Hiburan Umum (RHU) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya, Agus Purnomo, Kamis, mengatakan, dengan adanya kegiatan budaya di Taman Bungkul tersebut tentunya diharapkan bisa menarik wisatawan domestik dan mancanegara.
"Kami ingin mengangkat budaya ini sebagai salah satu potensi menarik wisatawan mancanegara yang singgah di Surabaya," ujarnya.
